Harga Rumah di Jakarta Semakin Naik dari Tahun ke Tahun
Sandang, pangan, dan papan adalah kebutuhan utama setiap manusia di muka bumi. Mempunyai sebuah tempat untuk berlindung dari panas dan hujan
Meski mahal, properti di Jakarta masih sering diburu oleh pasangan muda. Dibanding harus terus-menerus mengontrak, lebih baik mereka membeli atau mengkredit rumah, meskipun harga rumah di Jakarta dan sekitarnya saat ini rata-rata di atas dua ratus juta rupiah.
Seperti yang sudah sering diberitakan, harga rumah di Jakarta semakin naik dari tahun ke tahun. Selama 2011 kenaikan harga rumah di Jakarta dan sekitarnya rata-rata mencapai 10 sampai 30 persen. Sedangkan selama 2012, harga rumah di Jakarta dan sekitarnya rata-rata mencapai kenaikan hingga 10 sampai 20 persen.
Saat membeli rumah, Anda jelas perlu mempertimbangkan kondisi infrastruktur, jarak, akses jalan, serta sarana pendukung seperti sekolah dan pasar. Karena harga rumah di Jakarta terus-menerus naik dari tahun sebelumnya, saat ini orang-orang mulai beralih mencari rumah yang berlokasi di pinggiran kota Jakarta, seperti Bogor, Bekasi, Depok, dan juga Tangerang.
Bahkan untuk mendapatkan rumah cantik yang terletak di pinggiran Jakarta, si pembeli harus mengeluarkan uang minimal sebanyak delapan puluh delapan juta. Karena kenyataan bahwa harga rumah di Jakarta terus meningkat, Djan Faridz selaku Menteri Perumahan Rakyat berjanji untuk menyediakan rumah dengan luas ideal sekitar tiga puluh enam meter per kubik dengan harga terjangkau di daerah Jakarta dan sekitarnya.
Namun, Hari Raharta Sudrajat selaku Wakil Ketua Umum REI atau Real Estate Indonesia beranggapan bahwa di Ibukota Jakarta tidak akan pernah ada harga rumah di bawah tujuh puluh juta rupiah. Beliau beranggapan, rumah dengan harga murah mungkin hanya ada di sekitar pinggiran Jakarta dan itupun sangat sedikit. Hal ini dikarenakan sudah terbatasnya lahan yang dapat dijadikan rumah dan harga tanah semakin mahal. Sekarang ini saja, harga rumah di pinggiran Ibukota sudah berkisar 88 juta rupiah. Bagaimana mungkin untuk membangun rumah yang lebih murah dari harga tersebut? Ujar Hari Raharta Sudrajat saat di wawancarai.
Namun, Djan Faridz mempunyai kepercayaan diri bahwa konsepnya untuk menciptakan harga rumah yang dapat terjangkau di Jakarta bisa terwujud. Asalkan ada kebijakan pembebasan biaya perjanjian SIPPT (Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah) atau IMB, penyambungan listrik, PPN (Pajak Pertambahan Nilai), penyambungan air minum, dan instalasi listrik, ide untuk membangun rumah dengan harga yang murah di Jakarta pasti akan mudah tercapai.
Intinya, sangatlah susah untuk mencari rumah ideal di Jakarta dengan harga di bawah delapan puluh juta rupiah. Salah satu jalan keluar adalah dengan cara meng ”kredit” rumah, atau membeli rumah bekas. Semoga saja pemerintah benar-benar mewujudkan rumah dengan harga yang terjangkau di Jakarta.
