Windows 8 Terlalu Mahal untuk Merk Lokal
Indocomtech telah menjadi pedoman dari industri Teknologi Informasi di Indonesia semejak tahun 1992 dan sudah memecahkan banyak rekor yang berkelanjutan dalam kategori total nilai transaksi dan jumlah pengunjung selama 5 hari terselenggaranya pameran.
Dengan dukungan dari 300 perusahaan lebih yang ikut berpartisipasi dan digabung dengan lebih dari 210.000 pengunjung, Indocomtech sudah menjadi pameran yang dinilai cukup penting bagi industri dan memberikan kesempatan tak terbatas bagi peserta yang mengikuti pameran di Indocomtech. Di samping itu, pameran yang diselenggarakan tersebut memungkinkan peserta untuk menambah tingkat kesadaran bagi masyarakat luas.
Indocomtech pun menyambut baik perusahaan-perusahaan B2B (merupakan transaksi perdagangan antara perusahaan, seperti antara produsen dan grosir, atau antara grosir dan pengecer) atau B2C (merupakan sebuah transaksi yang terjadi antara perusahaan dan konsumen, yang juga dapat menggambarkan sebuah perusahaan yang menyediakan barang atau jasa untuk konsumennya), sebab permintaan dari industri Teknologi Informasi di Indonesia dapat dinilai tanpa batas, kedua jenis perusahaan tersebut memiliki kesempatan untuk dapat lebih dikenal seiring dengan popularitas acara tersebut yang terus meningkat.
Pameran komputer di Indocomtech 2012 merupakan ajang bagi vendor dalam memamerkan kehebatan produk-produk mereka yang terbaru, apalagi yang telah mengusung sistem operasi keluaran perusahaan Microsot yakni Windows 8, yang merupakan sistem operasi paling baru dari perusahaan yang diketuai oleh Bill Gates tersebut.
Sejumlah vendor seperti Samsung, Sony,dan Asus telah memberikan penawaran terhadap sejumlah produk laptop mereka yang telah menggunakan sistem operasi Windows 8 pada stand-stand mereka.
Akan tetapi, vendor-vendor lokal tidak mengikuti jejak mereka, hampir seluruh vendor tersebut belum menggunakan sistem operasi keluaran Microsoft tersebut sebagai sistem operasi untuk perangkat-perangkat mereka.
Edmond Widjaja seorang Chief Technical Officer dari PT Erasa Mandiri Teknosis yang merupakan produsen Tabulet mengakui bahwa hadirnya Windows 8 adalah salah satu inovasi terbaru dan cukup bagus, akan tetapi harganya masih relatif mahal sehingga belum digunakan oleh sejumlah vendor lokal untuk perangkat-perangkat yang mereka produksi.
Edmond Widjaja menyatakan di Jakarta pada hari Jumat bahwa lisensi nya sendiri sudah harus merogoh kocek agak dalam yakni satu juta-an, meski ia juga mengakui bahwa Windows 7 memang merupakan inovasi namun mahal.
Edmon menjelaskan, bahwa salah satu kelebihan dari vendor lokal adalah dari sisi harganya yang jauh lebih murah dan tetap memiliki fitur yang tidak kalah menariknya dengan sejumlah vendor luar. Jika harus mengintegrasikan sistem operasi Windows 8, sudah pasti harga jual produknya akan menjadi lebih tinggi. Sebab akan adan biaya tambahan untuk memperoleh lisensi sistem operasinya sehingga harga jual produk bisa mencapai dua juta lebih.
Bob Suete Labesani seorang Regional Branch Manajer dari PT Tera Data Labesani yang memproduksi produk dengan merk Axioo juga menambahkan bahwa sistem operasi Windows 8 bukanlah merupakan suatu hal yang tidak mungkin untuk dibenamkan pada produk lokal.
Sementara Evryadi Hendrik seorang Supervisor Operasional Modern Market dari PT Intech Surya Abadi yang memproduksi produk dengan merk Advan pun mengaku bahwa perusahaannya telah menggunakan sistem operasi Microsoft tersebut pada sebagian perangkat mereka yang sedang dipamerkan, akan tetapi itu pun masih presales. Konsumen diharuskan memberikan pesanan terlebih dahulu karena produk tersebut tidak dijual secara langsung dengan alasan mereka mencemaskan para calon konsumen belum terbiasa dengan sistem operasi yang baru itu.
Windows 8 merupakan nama kode bagi versi lanjutan dari sistem operasi Microsoft Windows, sejumlah sistem operasi yang dihasilkan oleh Microsoft untuk dipakai pada komputer personal, termasuk komputer untuk di rumah dan untuk bisnis, netbook, laptop, server, tablet PC, serta PC pusat media.