Multirotor/ Quadcopter,Hexacopter,Octocopter
Heli multi rotor merupakan salah satu hobi RC yang sedang naik daun di seluruh dunia. Apa itu heli multi rotor? Penjelasan sederhananya adalah wahana RC yang menggunakan pasangan motor dan baling-baling lebih dari satu. Lazimnya orang memasuki dunia multi rotor dengan menggunakan quadcopter/ quadrotor yaitu wahana RC dengan 4 pasang motor dan baling-baling.
Kelebihan sistem quadcopter dibandingkan multi rotor lainnya
Relatif lebih ekonomis dibandingkan system hexacopter (6 pasang motor dan baling-baling) maupun octocopter (8 pasang), dan menggunakan sistem yang lebih sederhana apalagi bila mau membuat sendiri framenya.
Kelemahannya
Tidak ada redundancy misal salah satu motor tidak berfungsi, ini bila dibandingkan dengan octocopter atau Y6 hexacopter. Aplikasi multirotor selain sebagai hobi RC juga dapat digunakan untuk aerial photography dan video (AP) dan first person vehicle (pilot RC mengendalikan wahana seakan-akan dari ruang kokpit wahana).
Apa saja komponen dasarnya?
- Frame
Tentu ada frame, disesuaikan dengan kebutuhan misal untuk aplikasi AP ada bagian frame yang bisa ditempati kamera dan untuk FPV ada tempat untuk kamera FPV, pemancar dan mungkin batre tambahan. Ada frame yang bisa dibeli tinggal dirakit saja, ada orang yang membuat sendiri berdasarkan desain yang bisa dicari di internet. Jenis bahan yang baik untuk digunakan adalah G-10 (kuat) dan Carbon Fiber (ringan dan kuat), meski ada juga yang menggunakan fiber glass. - Sistem Flight controller
Ini otak dari wahana. Ada yang sederhana hanya berupa gyro khusus multirotor, ada yang dilengkapi dengan accelerometer agar wahana stabil dan terbang dalam posisi rata dengan tanah, lebih canggih lagi bila dilengkapi dengan barometer dan perlengkapan navigasi GPS. - Motor dan baling-baling
Ukuran baling-baling umumnya antara 8-12 inch. Biasanya menggunakan brushless motor yang rendah KV-nya untuk meminimalkan vibrasi pada frame. - ESC
Digunakan sebagai pengatur daya ke motor. - Receiver
Digunakan untuk memancarkan sinyal sebagai pengendali wahana. Untuk aplikasi dasar sebagai wahana RC cukup 4 channel: rudder, elevator, throttle, dan yaw. Untuk aplikasi FPV + AP, selain 4 channel standar idealnya ada channel tambahan: beberapa channel untuk platform kamera bila diperlukan termasuk untuk tombol shutter kamera, 1 channel untuk mengubah flight mode, 1 channel untuk gps hold dan mungkin channel tambahan untuk navigasi waypoint. - Batere lithium polymer (lipo)
Biasanya digunakan yang tipe 3-4 sel sekitar 2200 mah untuk quadcopter kelas 450. Waktu terbang berbanding dengan bobot total wahana.
Bagaimana mengendalikannya? Dengan menggunakan transmitter RC. Karakteristik terbang antara heli coaxial dengan CP, relatif mudah dikendalikan dan stabil asalkan telah melakukan setup dan pre-flight check secara benar apalagi bila flight controller yang digunakan memiliki fitur Auto Levelling.
Quad dapat diterbangkan seperti mengendalikan pesawat RC namun dengan stabilitas dan kemampuan stasioner seperti helikopter. Quad juga terbangnya lebih tahan angin bila dibandingkan dengan heli single rotor. Stabil + lincah = fun.
Keunggulan lainnya, quad dapat mengangkat barang yang relatif lebih berat dibandingkan dengan menggunakan helikopter single rotor. Makanya quad lazim digunakan untuk fotografi dan video dari atas langit, selayaknya foto dari atas helikopter.
Kekurangan quadcopter adalah seperti perbandingan antara helicopter dengan pesawat. Bila ada motor yang rusak ketika wahana terbang maka wahana akan jatuh. Kalo pesawat bersayap lebar pada umumnya bila motor rusak masih akan melayang dan ada kemungkinan untuk selamat mendarat. Makanya sistem hexa Y6 atau pun octocopter lebih unggul dibandingkan quad, bila ada salah satu motor mati masih mungkin untuk tetap terbang dan bisa mendarat selamat.
Untuk quadcopter, harga komersil produk jadi yang bisa dibeli tinggal dirakit saja berkisar antara 350 hingga >5000 USD. Produk papan atas mencapai puluhan ribu dollar, biasanya ditujukan untuk keperluan professional seperti penginderaan jarak jauh untuk pasukan keamanan dan SAR. Karena harganya lumayan, banyak juga yang merakit sendiri quadcopternya.
Kenapa harganya bervariasi? Quadcopter murah umumnya memiliki flight controller yang sederhana, hanya berupa gyro untuk menstabilkan terbang. Semakin mahal, biasanya semakin banyak feature yang disajikan system flight controller misalnya altitude dan gps hold, jadi wahana bisa terbang stasioner di atas langit dalam posisi dan ketinggian yang sudah ditentukan oleh pengendali wahana, dan bahkan dapat pergi dalam radius jarak tertentu dengan kendali perintah laptop. Kualitas frame juga menentukan harga, frame yang baik biasanya dibuat dari bahan serat karbon (CF). Frame yang ekonomis namun tetap tangguh biasanya dibuat dari bahan G-10.
Beberapa quadcopter yang almost ready to fly (ARF) tapi umumnya tetap harus rakit sendiri adalah: Gaui 330XS (flight controller berupa gyro saja, tapi konon bisa diekspansi ke system GPS sesuai janji manufaktur yang sampai saat ini belum terwujud). Buatan Taiwan. Mungkin model pemula yang paling populer saat ini, Gaui juga pemain lama dan nama yang cukup dikenal di dunia RC helikopter.
XAircraft X450 dan X650. Model 650 lebih besar sehingga lebih ideal untuk aplikasi FPV dan AP. Harga model 450 lebih mahal sedikit
daripada Gaui 330XS tapi system flight controllernya jauh lebih canggih: gyro dengan accelerometer dan ada slot yang bisa langsung
diekspansi ke system navigasi GPS + kompas. Buatan China. Mungkin X450 dan X650 adalah quad pemula yang paling best value saat ini.
MK (MikroKopter). Ada rupa dan fitur, ada harga. Sistem canggih untuk aplikasi serius, juga jauh lebih mahal. Teknologi jerman dan
distributor ada di amrik dan beberapa negara lainnya. MK merupakan system multirotor yang sudah mature, makanya lebih ditargetkan untuk hobbyist yang serius atau aplikasi komersial. Ribuan dolar tapi teknologi hasil riset papan atas.
Arducopter DIY drones. Do It Yourself alias dapatkan bahan-bahannya dan rakit sendiri. Ada juga versi paket yang sudah dirakit dan dapat dibeli melalui internet. Teknologi berbasis open source dengan didukung komunitas hobbyist yang mumpuni: ahli hardware dan software. Best value juga tapi pengguna harus lebih paham hal-hal teknis mengenai multicopter dan sistem navigasinya karena sejatinya bukan produk komersil. Kritik beberapa pihak mengenai arducopter ditujukan pada keterbatasan kemampuan hardware yang digunakan. Ada forum di internet yang ramai komunitasnya.
Ada lagi system quad lainnya tapi yang diatas cukup memberikan gambaran dari segi harga dan feature. Tentunya, sistem quad bisa dikembangkan menjadi hexa, octo, dst. selama flight controller memiliki kemampuan custom table mixer.

Untuk membuat ini habis berapa ya ?? untuk tugas akhir