Peluang Usaha Kaos Lucu
Kaos bisa jadi pilihan bagi mereka guna menyebar penebar kelucuan sebab kaos dinilai sebagai pakaian yang paling sering digunakan. Saat kita santai pasti pakaian yang kita gunakan adalah kaos oblong dengan celana pendek. Oleh karena itu, kaos lucu selalu diproduksi dalam semua ukuran. Target pasarnya adalah segala umur salah satunya anak-anak yang masuk ke dalam kelompok yang rawan stres akibat penuhnya pelajaran dan aktivitas mereka di dalam maupun di luar sekolah.
Memproduksi kaos lucu merupakan aktivitas yang cukup menghibur. Selain untuk memperoleh profit, juga untuk menghibur konsumennya. Dengan harapan, konsumen dapat menjadi pelanggan yang setia karena keunikan produk mereka.
Ungkapan Lucu yang Terdapat pada Kaos
Kaos dengan tulisan lucu sudah banyak beredar di Indonesia. Mulai yang pendek, hingga yang tulisannya hampir memenuhi seluruh bagian punggung maupun dada yang biasanya jadi Tempat Strategis. Mulai yang bernada sindiran hingga yang lucu tanpa menuntut pembacanya untuk berpikir, merupakan hasil kreativitas produsen kaos tersebut.
Seperti Dagadu Jogja, yang memulai produksi kaos lucunya di Indonesia. Diikuti oleh Dadung Jogja, yang mengklaim dirinya sebagai kaos peka jaman memiliki makna senantiasa memproduksi kata-kata humor yang mengikuti jaman.
Berikutnya Joger di Bali serta Cuk di Surabaya. Moto Joger adalah Pabrik Kata-kata. Sebab Joger memakai kekuatan kata-kata yang menjadi dagangan utama mereka. Dan nama Cuk diambil dari umpatan khas Jawa Timur.
Strategi Pemasaran
Dagadu telah menetapkan Smile, Smart, serta Djokdja menjadi moto bisnisnya. Sejumlah kaos kata-kata Dagadu yang memang banyak diminati di antaranya United Colours of Keraton serta Everyday is Sunday in Djokdja. Wajar saja, sesuai motonya, Dagadu yang telah berdiri lima tahun silam sengaja menggunakan konsep strategi pemasarannya yaitu cindera mata khas Yogyakarta.
Oleh sebab itu, produsen kaos yang dibangun dengan modal 4 juta rupiah tersebut sengaja mengendalikan jumlah outlet-nya. Sekarang, Dagadu dapat ditemukan di lantai dasar Mal Malioboro dengan nama Posyandu (plesetan yang diambil dari singkatan Pos Pelayanan Dagadu) serta di Jalan Pakuningratan yang juga dinamai UGD (plesetan yang merupakan singkatan dari Unit Gawat Dagadu).
Hal yang cukup unik dari kedua counter tersebut adalah persyaratan bagi pegawainya. Semua calon pegawainya wajib berstatus sebagai mahasiswa yang menguasai peta Yogyakarta, memahami bahasa Jawa dan Inggris. Di samping itu, layaknya syarat yang ditentukan oleh perusahaan-perusahaan besar Dagadu pun menuntut IPK minimal. Yaitu 2,75 bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri, dan 3,00 bagi yang dari perguruan tinggi swasta.
Meski syaratnya relatif berat, namun masih saja banyak pelamarnya sampai sekarang. Ditambah lagi, setiap delapan bulan para pegawai harus keluar yang kemudian dilempar kembali pada pelamar lainnya.
Dadung juga tidak kalah dalam strategi pemasaran. Kecuali di Yogyakarta, kini Dadung telah memiliki 150 outlet yang meliputi Kalimantan, Sulawesi, Bali, serta Lombok. Menurut Direktur Utama PT Mondrian Hari Pramono, besarnya jumlah outlet merupakan strategi pemasaran Dadung dalam menghadapi para pesaingnya. Jika Dagadu atau Joger lebih fokus sebagai suvenir yang hanya bisa diperoleh di kota asal pembuatnya, Dadung lebih fokus pada kemudahan konsumen untuk mendapatkan produknya di daerahnya masing-masing.
Outlet penjualan kaos Joger juga sengaja hanya diadakan secara terbatas. Produk Joger hanya dapat ditemukan penjualannya di Pulau Bali saja, bukan di tempat lain. Tetapi justru inilah yang menjadi kiat penting dalam meningkatkan sisi eksklusifitasnya. Ditambah dengan nilai jual yang berada sekian persen di atas rata-rata merek T-shirt lokal, Joger merupakan salah satu buruan bagi mereka yang hendak menyempurnakan perjalanannya di pulau Dewata tersebut.
Sebagaimana pendahulunya, Cuk sengaja menampilkan juga tema-tema plesetan terutama khas Surabaya tanpa melebarkan sayap ke sejumlah kota lainnya. Sebab pemilik berpendapat jika kaos lucu dipasarkan ke kota lain maka akan hilang kekhasannya.
Dari sekian contoh strategi yang dijabarkan di atas semoga dapat memberikan inspirasi bagi Anda yang akan memulai sebuah usaha terutama di bidang Sandang ini, semoga berhasil menembus pasar Lokal maupun Internasional.