Metode Cara Meningkatkan Karir PNS
Menjadi seorang PNS di republik Indonesia bisa dibilang bukanlah perkara yang gampang. Anda harus melewati berbagai proses tes yang bisa dibilang pula sangat berbelit. Namun perlu diperhatikan pula polemik mengenai karir PNS yang belum pasti. Tidak sama seperti pihak swasta yang punya metode canggih yakni dengan balance score card. Atau sekarang disebut sebagai public sector card. Tetapi di bidang PNS, penilaian secara kolusi kerap terendus.
Cara meningkatkan karir PNS sendiri sarat dengan konflik. Ini dikarenakan mereka yang bekerja dengan yang tidak hanya berbeda tipis. PNS adalah seorang abdi negara sehingga pelayanan bersifat mengabdi, namun sangat disayangkan yang dilihat publik malah kontradiksinya. Terdapat banyak pungli, sistem menyogok di sana sini. Ini bukan gosip tetapi fakta yang kita lihat di lapangan.
Jadi bagiamana metode cara meningkatkan karir PNS yang harus dijalankan?
Berikut beberapa hal yang bisa diterapkan:
- Public sector card. Dengan begitu, sistem penilaian kerja PNS harus dibakukan agar berjalan dengan fair. Jadi bukan didasarkan pada faktor kedekatan atau bahkan sogok. Namun untuk meningkatkan karir PNS dapat dilihat dari kinerja di lapangan yang dilakukan oleh seorang PNS. Tetapkan target dan beri point penilaian yang dapat memacu para PNS.
- Memberikan reward dan punishment. Apa yang sudah dilakukan tentu harus diapresiasi. Namun jika di bawah perform yang sudah seharusnya maka layak untuk diberikan punishment atau sanksi. Untuk itu, sikap fair harus diwujudkan agar tidak terjadi pilih kasih.
- Meritokrasi adalah metode yang berbasis pada kinerja. Siapa yang bisa ‘tampil’ baik maka dapat diangkat ke posisi yang lebih tinggi lagi. Sistem ini dijalankan berdasarkan pada kedua sistem yang sudah disebutkan sebelumnya yakni public sector card dan pemberian reward & punishment.
Dengan melakukan metode ini, tentu kinerja seorang PNS akan menjadi lebih terpantau. Dengan begitu, kita akan tahu mana PNS yang bekerja dengan baik dan mana yang tidak. Tidak hanya itu sebenarnya, PNS-PNS yang tadinya tidak punya kinerja baik pun bisa termotivasi untuk lebih baik lagi dan ‘dipaksa’ untuk melakukan kerja bagus. Karir PNS sendiri sangat penting untuk tetap stabil. Dengan ketenangan dan kepastian melalui metode yang baik tentu akan meningkatkan kinera mereka.
Maka dari itu, untuk meningkatkan karir PNS diperlukan ‘penglihatan’ berbasis pada objektivitas, transparan dan fair. Para PNS pun akan terdorong untuk berpacu dalam hal pelayanan publik pada khususnya. Jika tidak menerapkan sistem metode ini, bisa dikatakan para PNS akan semakin terus terlena dan tidak memperlihatkan kinerja yang baik.
Jadi, untuk apa pemerintah menggaji mereka dan lagipula sesuai dengan visi misi PNS yang memang menjadi abdi negara, bukan? Sudah seharusnya memang kinerja PNS ditunjukkan dan sebagai penghargaan dapat diberikan peningkatan karir PNS. Peningkatan karir PNS pun tidak lagi didasarkan pada untung-untungan saja atau berdasarkan kedekatan dan sogokan.
Perlu diingat bahwa PNS digaji oleh uang rakyat yakni APBN. Metode pengembangan dan peningkatan karir PNS sendiri tidak boleh semau sendiri. Untuk itu, masukan publik perlu didengarkan. Apalagi ketika kita menyaksikan kasus Gayus yang begitu meroket. Rakyat menjadi sangat kecewa. Yang tadinya rakyat meletakkan harapan besar dalam sistem reformasi birokrasi, ini malah harus kecewa. Untuk itu, fokus utama pemerintah sekarang adalah meningkatkan kinerja PNS dan berupaya meningkatkan karir PNS sesuai dengan keloyalan mereka.
